Suzuki Ertiga Kembali Pecundangi Daihatsu Xenia

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah merilis penjualan kendaraan secara wholesales (pabrik ke diler) selama Mei 2017.

Hasilnya, penjualan mobil pada bulan tersebut berhasil mencapai 94.123 unit, naik 4.536 unit dari bulan sebelumnya yang hanya mampu terjual 89.587 unit.

Dari angka tersebut, mobil keluarga dengan kapasitas besar seperti Multi Purpose Vehicle (MPV) tetap menjadi incaran konsumen.

Berdasarkan data Gaikindo, MPV di Tanah Air terbagi menjadi tiga jenis, yaitu Low MPV bermesin 1.500 cc, Medium MPV dengan mesin di atas 1.500 cc dan Upper MPV, yakni MPV dengan mesin di atas 1.500cc serta memiliki desain premium.

Dari penjualan secara keseluruhan, mobil keluarga tipe terendah yang paling laris masih dipegang oleh Toyota Avanza. MPV yang pertama kali meluncur pada 2003 silam ini cukup dipercaya sebagai kendaraan keluarga di Indonesia.

Meski banyak MPV baru bermunculan, penjualan Avanza tetap mendominasi. Dari data Gaikindo, penjualan mobil yang dijuluki sejuta umat itu mencapai 8.865 unit.

Untuk kedua kalinya, Suzuki Ertiga berhasil mengalahkan penjualan Daihatsu Xenia. Pada April lalu, Ertiga laku sebanyak 3.180 unit, sementara Xenia hanya 2.538 unit.

Pada bulan selanjutnya, Ertiga lagi-lagi menempati urutan ketiga Low MPV terlaris, karena berhasil terjual sebanyak 3.399 unit. Sedangkan Xenia harus puas di urutan keempat dengan 2.962 unit.

Pada bulan selanjutnya, Ertiga lagi-lagi menempati urutan ketiga Low MPV terlaris, karena berhasil terjual sebanyak 3.399 unit. Sedangkan Xenia harus puas di urutan keempat dengan 2.962 unit.

Untuk jenis Medium MPV, Toyota rupanya masih berbangga hati. Sebab, Kijang Innova menjadi produk yang paling banyak dicari konsumen, yaitu sebanyak 5.651 unit. Selama lima bulan pertama di 2017, Kijang Innova telah terjual 23.805 unit.

Mobil lain yang memiliki desain MPV tapi masuk dalam kategori low cost green car (LCGC), yakni Toyota Calya, berada di posisi ketiga. Sebab, penjualan Calya di Mei 2017 mencapai 5.317 unit.

Sementara untuk Upper MPV, mobil paling laris lagi-lagi datang dari keluarga Toyota, yakni Alphard, dengan perolehan 382 unit. Secara keseluruhan, sejak Januari-Mei Alphard telah laku 1.159 unit.

Berikut daftar mobil keluarga terlaris periode Mei 2017;

Low MPV

1.   Toyota Avanza 8.865 unit

2.   Honda Mobilio 3.959 unit

3.   Suzuki Ertiga 3.399 unit

4.   Daihatsu Xenia 2.962 unit

5.   Suzuki APV 487 unit

6.   Daihatsu Luxio 431 unit

Medium MPV

1.   Toyota Kijang Innova 5.651 unit

2.   Toyota Sienta 1.946 unit

3.   Nissan Grand Livina 590 unit

4.   Isuzu Panther 171 unit

Upper MPV

1.   Toyota Alphard 382 unit

2.   Nissan Serena 153 unit

3.   Honda Odyssey 97 unit 

4.   Toyota Vellfire 92 unit

5.   Mazda Biante 55 unit

6.   Hyundai H-1 39 unit

7.   Chevrolet Orlando 23 unit 

8.   Mitsubishi Delica 21 unit

LCGC Tujuh Penumpang

1. Toyota Calya 5.317unit

2. Daihatsu Sigra 2.374 unit

3. Datsun Go+ 584 unit

Sumber: www.viva.co.id

Muncul Pemain Baru, Suzuki Nilai Konsumen Indonesia Rasional dan Pintar

Menanggapi kehadiran pemain baru di segmen low MPV (multi purpose vehicle), PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) optimistis menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat. Suzuki memandang konsumen kendaraan di Indonesia rasional dan smart buyer.
Hal tersebut disampaikan 4W Marketing Director PT SIS Donny Saputra saat berbincang dengan SINDOnews. "Konsumen di Indonesia khususnya pengguna low MPV adalah konsumen yang rasional dan smart buyer. Mereka tidak hanya berpikir biaya akuisisi pertama kali. Tapi mereka juga memikirkan purna jual, servis (ketersediaan bengkel), spare part (suku cadang), serta harga jual kembali," ujarnya.

Suzuki Diesel Hybrid acuan produksi lokal

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menghadirkan Ertiga Diesel Hybrid dalam versi completly build up (CBU) dari India. Meski sudah mampu untuk memproduksi secara lokal, sayangnya SIS belum mau menempuh jalan tersebut.

Setiwan Surya, 4W Deputy Managing Director SIS, menjelaskan, bahwa produksi lokal Ertiga diesel setengah hibrida itu bisa dilakukan bila permintaan pasarnya sudah mulai terlihat.

"Saat ini belum, mungkin tahun depan. Kalau demand pasarnya besar otomatis kita siapkan, tinggal bagaimana caranya saja. Apakah mesin yang dilokalisasi, atau impor mesin, itu yang kita pelajari dulu," ucap Setiawan kepada wartawan di Tangerang, Selasa (11/4/2017).

Menurut Setiawan, sampai saat ini pasar Ertiga Diesel Hybrid cukup positif, dalam satu bulan penjualannya bisa memenuhi target yang ditetapkan. Kondisi ini pun menjadi acuan untuk SIS bisa segera melakukan produksi lokal.

"Ini kan baru, belum terlalu lama. Targetnya dalam satu bulan penjualan itu mencapai 300 unit  sampai 500 unit. Bila terus meningkan pasti kita siapkan langkah berikutnya," kata Setiawan.

Matik

Tidak adanya pilihan transmisi otomatis pada Ertiga diesel hibrida menjadi salah satu hal yang disayangnya. Tapi hal tersebut dilakukan SIS bukan tanpa sebab, melainkan kerena memang di India tidak ada Ertiga matik.

"Dari sananya (India) memang tidak ada matik. Kalau dilihat, mayoritas di India itu manual, jarang yang matik. Untuk di Indonesia kita lihat pasarnya dulu bagaimana, hitungan investasi, penyusutan, dan lainnya," ujar Setiawan.

Sumber: www.kompas.com

Harga ertiga bagus

Masih tingginya permintaan Suzuki Ertiga diakui PT Suzuki Indomobil Sales bahwa para penggunanya merupakan tetap dari pengguna Ertiga sebelumnya dan mobil Suzuki city car.

“Saat ini yang tukar tambah ke Ertiga terbilang tinggi. Kami sempat mengira kebanyakan yang mengganti ke Ertiga sebelumnya pengguna city car, ternyata sebagian besar yang masuk ke kami adalah pengguna lama Ertiga atau dari APV yang lama,” ujar Hendro Kaligis, Business Development SIS ketika memperkenalkan Suzuki Auto Value, di Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (11/4).

Agar konsumen mendapatkan Ertiga bekas yang berkualitas, Hendro menjelaskan lebih gamblang.

“Pada tahap awal adalah harus melihat dahulu siapa yang menjual. Karena tidak semua penjual mobil bekas bersungguh-sungguh memberikan pelayanan yang baik dan jujur.”

“Langkah kedua adalah sesuaikan dengan kebutuhan, bukan kemampuan. Mengukur melalui kebutuhan saling salah menerjemahkan dan terbawa emosi. Butuhnya A, tapi belinya B. Karena kalau kita belinya cocok, pasti harganya cocok.”

“Langkah lanjutan ketiga, usahakan untuk mendapatkan jaminan kualitas, cara paling sederhana adalah membeli dari pedagang mobil bekas yang tertulis, bukan lisan,” jelasnya. 

Sumber www.dapurpacu.com

Ertiga diesel bakal naik

Waduh belum juga beli sudah naik ini harganya :(

Mulai awal bulan ini, tepatnya 1 April 2017, pemerintah India menarik insentif yang diberikan kepada mobil dengan teknologi mild hybrid. Dengan adanya keputusan ini, tentunya secara langsung akan berdampak pada Maruti Suzuki yang sebagian produk mereka menggunakan teknologi tersebut.

Suzuki India sebelumnya memiliki produk Ertiga dan Ciaz yang mendapatkan insentif dari pemerintah india dengan menggunakan teknologi midl hybrid, sejak Faster Adoption of Hybrid and Electric Vehicle (FAME) diberlakukan April 2015 lalu.

Skema FAME ini sudah berlangsung sejak dua tahun. Ini berarti kendaraan yang berada di bawah payung FAME sebelumnya, yaitu mild hybrid, strong hybrid, plug-in hybrid dan pure electric vehicles menikmati insentif khusus.

Suzuki Ertiga dan Ciaz yang mendapatkan intensif ini menggunakan teknologi mesin dengan dibantu motor listrik untuk membantu mesin menggunakan tenaga yang dipulihkan dan disimpan dalam baterai dengan tujuan menghemat bahan bakar. Selama ini, pemerintah memberikan insentif sebesar 13.000 rupee atau Rp 2,6 juta per unit, sesuai dengan aturan yang tertera di dalam skema FAME.

Dengan dihentikannya skema Fame di India, pastinya produk akan mengalami peningkatan harga jual yang tentunya juga berimbas di Indonesia. Saat ini Suzuki Ertiga Diesel Hybrid yang baru saja mulai dipasarkan di Indonesia ditawarkan dengan harga Rp 219,5 juta kemungkinan akan mengalami kenaikan harga, meski saat ini belum ada informasi dari pihak Suzuki Indomobil Sales terkait hal tersebut.

Meski begitu, sebelumnya pihak Suzuki mengatakan bahwa produk mereka akan mengalami kenaikan harga untuk Suzuki Ertiga Diesel VIN 2017. Namun, seperti yang disampaikan Makmur, 4W Sales Director Suzuki Indomobil Sales, dirinya hanya menyebut kalau kenaikan karena selisih BBN (Bea Balik Nama) saja